
Dunia kripto kembali diramaikan oleh manuver tak terduga dari mantan miliarder sekaligus pendiri bursa kripto FTX, Sam Bankman-Fried (SBF). Meski tengah menjalani masa hukuman penjara yang panjang, SBF rupanya belum menyerah untuk mencari jalan keluar.
Baru-baru ini, mantan Chief Executive Officer (CEO) FTX yang kini berusia 34 tahun tersebut secara resmi mengajukan permohonan pengampunan presiden. Langkah nekat ini ia ambil dengan menargetkan pengampunan dari Donald Trump.
Uniknya, upaya ini terus dilanjutkan meskipun Donald Trump sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa ia sama sekali tidak memiliki rencana untuk memberikan grasi kepada SBF.

Memori Kelam Kebangkrutan FTX
Bagi kamu yang baru terjun ke pasar kripto, kasus FTX adalah salah satu skandal terbesar dalam sejarah industri ini. Pada masa pemerintahan Joe Biden di tahun 2023 lalu, Bankman-Fried divonis bersalah atas berbagai tuduhan penipuan dan konspirasi tingkat tinggi.
Ia terbukti secara sah telah mencuri miliaran dolar dana milik pelanggan dari bursa kriptonya sendiri yang kini telah berstatus bangkrut. Akibat perbuatannya, SBF dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.
Saat ini, ia tengah mendekam di fasilitas pemasyarakatan federal dengan tingkat keamanan rendah di wilayah Santa Barbara, California. Di sisi lain, tim kuasa hukumnya masih berupaya memproses pengajuan banding atas vonis berat tersebut.

Merayu Trump Lewat Media Sosial
Pengajuan pengampunan ini sebenarnya telah tercatat secara resmi. Menurut data dari situs web Kantor Pengacara Pengampunan Departemen Kehakiman AS, SBF mengajukan jenis “pengampunan setelah hukuman selesai”.
Selama setahun terakhir, meski berada di balik jeruji besi, akun X (sebelumnya Twitter) milik SBF terpantau cukup aktif. Strategi yang ia gunakan cukup jelas: memuji berbagai kebijakan dan tindakan Donald Trump. Salah satu langkah Trump yang mendapat pujian khusus dari SBF adalah pemberian grasi kepada mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernández.
Sayangnya, berbagai rayuan manis tersebut tampaknya bertepuk sebelah tangan.
Respons Dingin dari Gedung Putih
Peluang SBF untuk menghirup udara bebas lebih cepat tampaknya sangat tipis. Pada bulan Januari lalu, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The New York Times, Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak berniat sedikit pun untuk memaafkan Bankman-Fried.
Penolakan ini kembali dipertegas baru-baru ini. Ketika dimintai komentar terkait upaya grasi terbaru dari SBF pada hari Senin lalu, pihak juru bicara Gedung Putih enggan memberikan pernyataan baru. Mereka hanya merujuk kembali pada penolakan tegas yang telah disampaikan Trump pada bulan Januari.
Melihat kerasnya penolakan ini, mungkinkah ini menjadi akhir dari perlawanan hukum SBF? Ataukah masih ada celah lain yang akan ia manfaatkan? Kita tunggu saja kelanjutan drama kripto terbesar dekade ini.

Bukan emas atau permata, tapi ilmumulah harta yang tak akan bisa dicuri. Teruslah belajar, karena Anda sedang menimbun kekayaan sejati.
